Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras

Syalom

Renungan Harian HKBP Distrik XXIX Deli Serdang

Sabtu, 07 Januari 2023


Selamat Pagi Bapak/Ibu/Sdra/i yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Kiranya kita semua dalam keadaan sehat dan selalu dalam perlindungan serta penyertaan Tuhan. Yang sakit diberi kesembuhan, yang berduka cita mendapatkan penghiburan, yang bergumul mendapatkan kekuatan untuk menghadapinya, yang menjalankan usaha kiranya diberi Tuhan rejeki hari ini

Renungan hari ini: Sabtu, 07 Januari 2023

Yehezkiel 11 : 19

“Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat.”

Hati adalah pusat aktivitas mental, pikiran dan kehendak manusia. Hati menjadi poros utama yang mempengaruhi pikiran, tindakan dan karakter manusia. Sementara Roh adalah nafas dan karakter yang menggerakkan berbagai tindakan. Kehidupan manusia sangat dipengaruhi oleh keduanya. Maka pikiran, Tindakan dan karakter manusia akan bergantung pada apa yang mengisi dan menguasai hatinya serta roh apa yang menggerakkan kehidupannya.

Hati umat Israel telah dipenuhi oleh kekejian, sehingga pikiran, tindakan dan karakter mereka tidak lagi mencerminkan sebagai umat pilihan Allah. Kehidupan mereka telah digerakkan oleh roh-roh hawanafsu duniawi dan dosa. Sehingga mereka tidak lagi taat kepada Allah karena mereka telah berbuat keji terhadap Allah dengan menjauhi Allah. Hidup mereka dipenuhi dengan kemunafikan, keserakahan, pikiran jahat, perzinahan, kelicikan dan kejahatan. Inilah yang membuat mereka harus jatuh ke dalam hukuman Allah, sehingga Allah membuang mereka ke dalam pembuangan dan menjadi orang buangan di negri asing. Pertanyaannya: Apakah umat Israel akan tetap menderita selamanya akibat dari perbuatan mereka? TIDAK!

Jawabannya ada dalam renungan kita hari ini, dimana Allah menjawabnya melalui nubuatan kepada nabi Yehezkiel. Hukuman yang diberikan Allah kepada umat Israel bukanlah akhir bagi mereka. Allah tetap berjanji bahwa suatu saat nanti Ia akan menghimpun umat Israel kembali. Akan tiba saatnya Allah menuntun mereka pulang ke tanah Perjanjian dan mereka akan tetap tinggal di sana.

Konsekuensinya, umat Israel harus menyesali perbuatannya yang telah menjauh dari Allah dan mereka harus bertobat. Setelah itu mereka akan dibebaskan dari pembuangan dan akan dibawa kembali dan dikumpulkan, lalu Allah akan memberikan mereka tanah Israel. Di situlah mereka akan diberikan hati yang baru serta roh yang baru di dalam batin mereka supaya hidup menurut segala ketetapan dan peraturan Tuhan (14-20). Tuhan akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras, yang tidak mudah dipengaruhi, serta keras kepala, dan memberikan mereka hati yang taat, yang bersifat peka dan tanggap akan jamahan Tuhan serta taat kepada kehendak-Nya. Di sana mereka akan diam di dalam negeri yang telah diberikan kepada nenek moyang mereka dan menjadi umat-Nya dan TUHAN menjadi Allah mereka. Maka mereka akan dilepaskan dari segala dosa kenajisan mereka, dan Tuhan akan menumbuhkan gandum dan memperbanyaknya sehingga tidak akan mendatangkan lagi kelaparan atas mereka (36:26-29).

Dari kisah itu kita dapat melihat Kasih Allah yang sempurna terlihat dari pemeliharaan-Nya. Ia ingin agar manusia yang dikasihi-Nya hidup di dalam segala berkat-Nya. Namun, manusia adalah makhluk tidak sempurna yang selalu berpotensi melakukan kesalahan. Kita sudah melihat bagaimana Allah menghukum umat-Nya yang berbuat dosa. Meski demikian, Allah tetap mengasihi mereka dan ingin agar mereka selamat. Allah menjatuhkan penghukuman, tetapi di saat bersamaan Ia juga menjanjikan pemulihan dan pembaruan. Keyakinan akan kasih Allah yang sempurna seharusnya membuat kita berusaha untuk melakukan segala kehendak-Nya. Tidak lagi melakukan dosa; sebaiknya, menjadi manusia baru yang lebih dekat dengan-Nya. Karena itu, tindakan yang perlu dilakukan adalah belajar dari kesalahan. Hidup ini kita gunakan untuk taat kepada firman Allah dan dengan sepenuh hati tunduk kepada-Nya.

Jika saat ini kita ada dalam penyesalan karena perbuatan dosa yang terjadi, tetaplah tenang dan bertekad untuk hidup baru. Jangan gelisah, apalagi hilang semangat hidup. Tinggalkanlah perbuatan yang salah dan hidup sesuai kehendak-Nya, maka kita akan menikmati kehidupan yang baik dalam pemeliharaan Allah. BE No. 640 : 2 Lehon tondi haholongon tu parroha na bojok. Baga-baga hadameon sahat baen tu hami on. Jesus, Alpha nang Omega, bona ni haporseaon; Sai padao ma angka dosa, sai palua hami on! Amin!

Pdt. Ronny Lumbantobing, STh (Fungsional HKBP Tanjung Morawa)

BE HKBP No. 640 : Haholongan sian ginjang

1. Haholongan sian ginjang las ni roha na hot i
Tumpal ni asi ni roha sai bongoti rohangki
Jesus na gok asi roha dohot haholongon i
Baen malua baen martua hami na tahutan i
2. Lehon Tondi haholongon tu parroha na bojok
Bagabaga hadameon sahat baen tu hami on
Jesus Alpha nang Omega bona ni haporseaon
Sai padao ma angka dosa, sai palua hami on

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top