
SALAM JUDIKA
Selamat Pagi dan Bapak/Ibu semoga kita sehat selalu dalam lindungan Tuhan dan jangan lupa selalu: 5M Memakai masker, Menjaga Jarak, Mencuci tangan, Menjauhi kerumunan. Mengurangi Mobilitas
Renungan hari ini Selasa, 05 April 2022 dari:
I Korintus 1 : 28
Angka na teuk di portibi on jala na marlea dipillit Debata: Tung sisoada i do, asa soadahononna naung jongjong hian,
dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,
Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil dan oleh kuasa dan rencanaNya. Tuhan mampu mengubah segala sesuatu yang ada di dunia ini sesuai dengan keinginanNya. Dia bebas dan berdaulat memilih dan memakai siapa saja di dunia ini untuk melakukan maksudNya membuat dunia ini semakin baik. Sebab bukan kita yang bertindak / berbuat tetapi kita adalah alatNya dan kita berbuat seturut dengan kehendakNya, seperti yang kita baca nas renungan hari ini dan ayat sebelumnya ayat 27-28 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yg tidak terpandang, dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti. Hal itu dapat juga kita lihat dari pemilihan murid-mudrid Tuhan Yesus yang 12 orang itu, jika kita lihat latar belakang mereka, bukan mereka pemuda yang terbaik dan paling terpelajar pada zamanNya. Mereka dapat kita golongkan kepada golongan manusia biasa-biasa saja yang tidak ada keistimewaan, namun di tangan Tuhan mereka menjadi orang-orang yang luar biasa dan yang kemudia boleh mengubah dunia ini. sekali lagi itu bukan karena usah adan kemampuan para murid tetapi karena mereka mau dipakai Tuhan dan selanjutnya Tuhan memperlengkapi mereka.
Jika hari ini kita memiliki kemampuan, kuasa, jabatan atau harta yang banyak sekali pun, janagn pernah menganggarkannya di hadapan Tuhan. Tidak ada apa-apanya itu di hadapan Tuhan, itu bagaikan sampah dihadapanNya. Jangan pernah menganggap diri kita mampu dan hebat dihadapanNya dan jangan pernah menganggap sepele / rendah orang lain yang mungkin lebih miskin, lebih rendah dari kita atau sepertinya tidak ada apa-apanya, sebab jika Tuhan berkehendak mereka bisa Tuhan pakai untuk mempermalukan kita. Yang bodoh bisa memalukan orang-orang yang berhikmat, yang lemah bisa memalukan apa yang kuat, yg tidak terpandang, dan yang hina, atau yang tidak berarti, Tuhan pilih untuk meniadakan apa yang berarti. Jika Tuhan memilih dan memakai kita sebagai alatNya senantiasalah rendah hati dan berdoa kiranya Tuhan memampukan kita menjalaninya, seperti doa permohonan orang percaya lewat syair BE HKBP No 730 Sai patau ma diringku Ale Tuhan, audio dilampirkan. Amin.
S3 : Salam Sehat Selalu
Pdt Kamiden Sitanggang
Ressort Tanjung Morawa.
